About Me
- Syaima' Azure
- Bukan sesiapa, mencari yang terbaik dalam hidup, meneliti apa sahaja di muka bumi Allah untuk belajar menjadi Mukmin terbaik, InsyaAllah...
Blog Archive
Perintis Ummah Links
-
Kalimah syukur21 hours ago
-
-
-
-
-
-
-
Pengumuman...1 week ago
-
Jom Jadi Wanita Soleha (^^,)2 weeks ago
-
-
Dakwah Adalah Cinta2 months ago
-
-
PESANAN PADA DIRIKU3 months ago
-
Ulasan Wacana Peradaban : Tahaluf Siyasi6 months ago
-
~...'MisCom' je...~6 months ago
-
-
Memuhasabah syahadah….8 months ago
-
pasca revolusi10 months ago
-
Alhamdulillah.. Embun Tarbiyah kembali aktif..11 months ago
-
Bersederhana dalam membenci11 months ago
-
rimbun keampunan1 year ago
-
Sungai Limbang1 year ago
-
Good Bye 2010.. Hello 20111 year ago
-
Naik1 year ago
-
Hadis ke 10 :Imam Nawawi1 year ago
-
-
Tikus & Kambing1 year ago
-
-
Pesanan k.h rahmat1 year ago
-
SHOW YOUR CONCERN!1 year ago
-
alhamdulillah...1 year ago
-
Songs & Pleas1 year ago
-
Talk: “Guantanamo: A Revelation!”1 year ago
-
-
Dari jiwa yang berjuang...2 years ago
-
kedudukan wanita dalam Islam2 years ago
-
Berpindah2 years ago
-
video2 years ago
-
Quran Syamil Harfiah2 years ago
-
Lancia Kappa 2.4 20V2 years ago
-
Buat yang tercinta...3 years ago
-
-
Categories
- akhlaq (5)
- akidah (1)
- copy n paste (35)
- Dakwah (24)
- discussion (13)
- family (6)
- fiqh (4)
- fiqh solat (2)
- fiqh soum (2)
- food info (12)
- Iman (10)
- Islamic World (1)
- jihad ekonomi (7)
- jiwa (4)
- kehidupan (5)
- motivation (3)
- Nasyid Jihad (16)
- news outbreak (6)
- own mind (57)
- pengalaman (11)
- perubatan (1)
- rumahtangga (5)
- sharing is caring (18)
- sirah tokoh (8)
- sunnah (2)
- taqwa (19)
- Tarbiyah (77)
- tsaqafah (20)
- ukhuwwah (2)
- Ulasan Buku (8)
- usahawan (3)
- video (1)
- wanita (5)
Subscribe
Powered By
Blogger Template From:
Free Blogger Skins
Thursday, December 15, 2011
Rasa Bertuhan
Hancur luluh hatinya lembutlah jiwanya
Tak sempat mengingati perkara yang lain
Hati n jiwanya semata-mata terpaku
Dengan Tuhannya
Jika manusia mengenali kehebatan
Keagungan Tuhannya kecutlah perutnya
Kalau manusia sentiasa sedar pendengaran
Penglihatan dan pengetahuannya
Tuhan tidak pernah lekang dari manusia
Nescaya manusia ini tawaduk merendah diri
Di bumi Tuhannya
Jika manusia rasa bertuhan hidup di hatinya
Matilah angan-angan
Takut pun datang menerpa dihatinya
Manusia akan sibuk dengan dirinya
Tak sempat memikirkan diri orang lain
Takut dan bimbang tak sempat mengumpat
Aduh! kalau Tuhan sentiasa di hati
Perasaan berTuhan mencengkam di hati
Mengenang pula nikmat
Nikmat Tuhan yang banyak
Bertambah perasaan cinta dan takut
Cinta kerana nikmat dan kasih sayangnya
Takut kalau nikmat ditarik semula
Kalau terbuat dosa akan diazabnya
Begitulah kalau seseorang hamba mengenali Tuhannya
Hatinya sangat sibuk dengan Tuhan
Dunia dan nikmatnya tidak mempengaruhinya
Sekalipun dunia di tangannya
Adapted from Mawaddah's Nasyid "Rasa Bertuhan"
Friday, October 21, 2011
One Meaningful Day...
Today, I had lunch with my colleagues at a restaurant quite far away from our office. One of them is an Indian girl who is quite modern and free to discuss about anything. She sat in front of me during the lunch and while waiting for the food to come, we chat chat chat until she touched on one interesting topic…
“Hey, Yati. I wonder how long your hair is?”
Upon hearing that question, I just smiled. I looked at her for a while, moved my head slightly towards her and whispered, “It’s a secret…” and burst out of laughter.
She had a long sighed and said, “Oh, come on! It’s just the length and I’ve seen my Malay friends hair. They even told me about it”. The Malay colleagues who sat beside us just looked at me, waiting for an explaination.
“Well, if I tell you about my hair, then what’s the purpose of me wearing this tudung?…”
“Alaa, there’s no difference right? U’re still covering it. Not exposing it. I’m confused…”
“No, for me if I tell you, it’s just like exposing everything. It’s my pride and dignity. I can’t let you see it”. “I know you are curious about everything but it’s a really long debate if I really want to explain everything. I’ll tell you slowly someday, but If you are curious about something, maybe you can read something about Islam in the internet if you want to…”
Then the topic stopped there. After a while… Wargh, I realized I’ve made a really grave mistake. I shouldn’t have asked her to find the answer herself. She might be just curious, but it may also leads her to Hidayah…who knows, right?
Now I realize something. Ever since I immersed myself in my profession, I’ve had less time studying hadith and fiqh. I forgot that the people around me is also the target of dakwah.I forgot the way to dakwah to a Non-Muslim. I’ve forgotten the answers to all these simple questions and yet ……
Oh, Allah. Please guide me to the right path …Thank you Allah for making me realize something about myself. My true mistake...so that I can change for the better...
Alhamdulillah...
Tuesday, October 18, 2011
INDIBATH (KOMITMEN)
Penulis: Muhammad Ihsan Setiawan Ihsan (Mesir)
alhikmah.com - Hudzaifah ra berkata, Rosulullah SAW bersabda pada suatu malam di perang Khondak (Ahzab) kepada para sahabatnya : 'Siapa diantara kalian yang mau melakukan
pengintaian untuk melihat kondisi pasukan Quraisy dan koleganya kemudian kembali untuk memberitahukan kondisi mereka, maka saya akan memohon kepada Allah untuk menjadinya
teman saya di surga ?'.
Tiada satupun diantara para sahabat yang bersegera melaksanakan permintaan Rosulullah karena katakutan, kelaparan dan kedinginan yang luar biasa. Tatkala Rosulullah SAW memperhatikan tak satupun diantara para sahabatnya menyambut seruan dan jaminannya maka Rosulullah SAW memanggil saya namun saya tidak bersegera menyambut panggilan Rosulullah SAW. Kemudian Rosulullah SAW memanggil saya kembali dan bersabda :
'wahai Hudzaifah, berangkatlah dan menyusuplah di tengah pasukan musuh serta selidikilah apa yang mereka lakukan dan ingat jangan melakukan sesuatu tindakan sampai kembali kepadaku dan mengabarkan hasilnya !'. Maka saya berangkat dan menyusup ditengah-tengah musuh yang sedang mendapatkan serangan hebat berupa angin kencang dan tentara Allah lainnya.
Terdengar suara Abu Sofyan berkata : 'Wahai kaum Quraisy, setiap kalian coba tanya siapa teman disampingnya ?' maka saya segera memegang tangan laki-laki yang berada di sebelah
kanan dan kiri saya dan bertanya : ' siapa kamu ?' maka seorang diantara mereka menjawab : Mua'awiyah bin Abi Sofyan' dan lainnya menjawab : 'Amru bin 'Ash '. lalu Abu Sofyan berkata : kembalilah kalian ke Makkah karena saya akan kembali !'. Kemudian Hudzaifah melanjutkan ceritanya :
'Kalau saja tidak ada perjanjian antara saya dengan Rosulullah SAW untuk tidak melakukan sesuatu sampai datang ke Rosulullah SAW tentu aku akan membunuh Abu Sofyan dengan
panahku.'
Maka Hudzaifah ra kembali ke Rosulullah SAW dan memdapatkan beliau sedang melakukan sholat. Setelah beliau selesai menunaikan sholat maka saya kabari kondisi musuh dan apa yang mereka lakukan. Kisah ini menunjukan akan urgennya keindhibathan dan keiltizaman terhadap tugas yang dibebankan seorang Qoid (pemimpin) kepada junudnya (tanpa melakukan ijtihad) walaupun ijtihad yang dilakukan dapat memberikan suatu manfaat.
Bila kita melirik dan bertanya kepada kondisi kita apakah kita sudah indhibath terhadap segala aktivitas yang kita lakukan baik skala individu maupun jama'i ? contoh kecil
adalah masalah waktu.
Bagi setiap kader dakwah dituntut untuk indhibath dalam setiap detik dari waktu yang Allah berikan kepadanya plus waktu saudaranya. Berapa banyak bila kita menyia-yiakan waktu yang berakibat hilangnya kemaslahatan, rusak dan gagalnya suatu rencana dan target ? bahkan berapa banyak perjuangan yang hancur di kalahkan musuh karena teledor dalam pensiasatan waktu ? gagal dan lalainya seorang ikhwah/akhwat dalam pengaturan waktu dan aktivitasnya maka secara langsung ataupun tidak langsung akan mempengaruhi gerak dan perjalanan kereta dakwah.
Bukankah kita adalah satu badan, yang mana bila salah satu anggota tubuh sakit maka anggota tubuh lainnya akan merasakan sakit ?. Bukankah kita terikat dengan amal jama'i yang satu dengan lainnya saling menopang dan melengkapi ?. Kalau diperumpamakan membangun suatu bangunan maka masing-masing pekerja memiliki tugas dan peranan tersendiri.
Bila saja salah seorang pekerja kurang cermat dalam menentukan ukuran dan takaran bahan bangunan maka akan menimbulkan efek yang negatif terhadap bangunan tersebut baik cepat ataupun lambat. Terakhir ada dua buah kisah keindhibathan yang bisa kita ambil sebagai pelajaran dan motivasi untuk membentuk jati diri yang indhibath.
Suatu hari Ustadz Hasan Al-Banna dan beberapa ikhwah sepakat untuk mengadakan pertemuan di taman umum, ada diantara ikhwah yang datang lebih cepat (mubakir) beberapa saat dari janji yang disepakati dan sebagian lainnya datang tepat pada waktunya, maka imam syahid menyalami para ikhwah dengan senyuman penuh makna kecuali ikhwah yang datang lebih cepat dari waktunya dengan senyuman yang dingin sambil berkata : setiap kalian tepat waktu kecuali saudara kalian ini ...
Disini memberikan pelajaran bahwa datang lebih cepat dari waktunya disamakan dengan datang terlambat dan kedua-duanya tidak benar dan tertolak.
Dalam suatu pertemuan perdana dengan imam Hudaibi dengan beberapa ikhwah setelah beliau mengemban amanah kepemimpinan, lalu beberapa ikhwah datang kerumah beliau beberapa menit sebelum waktu yang di sepakati maka beliau tidak membukakan pintu dan membiarkan mereka menunggu didepan pintu hingga datang waktu yang disepakati, ketika waktunya tiba maka beliau menyuruh mereka masuk dan menutup pintu kembali dan tidak mengizinkan masuk kepada ikhwah yang terlambat.
Wallahua'lam bish showab.
Source: http://groups.yahoo.com/group/partai-keadilan/message/18702
Tuesday, August 16, 2011
Festival Infaq Ramadhan
FESTIVAL “INFAQ”
‘Program INFAQ sempena Ramadhan supaya kita semua mendapat ganjaran berlipat kali ganda’
.:Sempena Ramadan:.
Bagaimana boleh berinfaq?
Salurkan infaq anda ke
PAKSI TRAINING
Akaun Maybank
562405701409
Terbuka kepada semua yang meminati keuntungan akhirat!
“Perumpamaan orang yang menginfaqkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah :261)
Barangsiapa yang melaksanakan amalan sunnah pada bulan Ramadhan, maka pahalanya sama dengan pahala melaksanakan ibadah wajib pada bulan selain Ramadhan. Dan barangsiapa yang melakukan ibadah wajib pada bulan Ramadhan, maka pahalanya sama dengan pahala melaksanakan tujuh puluh ibadah wajib pada bulan selain Ramadhan. (H.R. Al-Baihaqi)
source: www.paksi.net
Wednesday, August 10, 2011
Ramadhan 2011 Around the World...
Anak-anak berbuka puasa di Masjid King Fahad pada hari pertama bulan puasa Ramadhan di Culver City, Los Angeles, California 1 Agustus 2011. (Reuters)
Seorang pemberontak Libya membaca Al-Quran sebelum berbuka puasa di garis depan dekat kota Libya Zlitan, 160 km (100 mil) timur Tripoli, 1 Agustus 2011. (Reuters)
Para wanita mempersiapkan makanan untuk dijual di hari pertama bulan suci Ramadhan di distrik Utako ibukota Nigeria Abuja, 1 Agustus 2011. (Reuters)
Acara buka puasa massal di kota Istanbul, Turki (AA)
Seorang Muslim Nepal membaca Al-Quran pada hari kedua puasa di bulan suci Ramadhan di kota Kathmandu, 2 Agustus 2011. (Reuters)
Seorang pria membaca Al-Quran pada hari pertama Ramadhan saat berlindung dari hujan di trotoar kota Lahore, 2 Agustus 2011. (Reuters)
Muslim Kashmir melakukan pembersihan di sebuah masjid di Srinagar, ibukota musim panas Kashmir India, 1 Agustus 2011. (EPA)
Sebuah gambar yang menunjukkan Saleh Tayseer, salah satu pemimpin dari masjid Dar Al Salam menyambut jamaah yang berkumpul di dalam masjid untuk tarawih bersama pada malam bulan suci puasa Ramadhan di Budapest, Hungaria, 31 Juli 2011. (EPA)
Tembakan meriam polisi UEA, sebagai sinyal berbuka puasa di Dubai, Uni Emirat Arab, pada 1 Agustus 2011. (EPA)
Demonstran Yaman anti pemerintah berdoa sebelum berbuka puasa pada hari pertama bulan puasa Ramadhan, di kota Sanaa, Yaman, 1 Agustus 2011.
Source: www.eramuslim.com
Text Area
Munsyid : Shoutul Harokah
Kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri
Aral menghadang dan kezhaliman yang akan kami hadapi
Kami relakan jua serahkan dengan tekad di hati
Jasad ini, darah ini sepenuh ridho Illahi
Kami adalah panah-panah terbujur
Yang siap dilepaskan dari busur
Tuju sasaran, siapapun pemanahnya
Kami adalah pedang-pedang terhunus
Yang siap terayun menebas musuh
Tiada peduli siapapun pemegangnya
Asalkan ikhlas di hati tuk hanya ridho Illahi Robbi...
Kami adalah tombak-tombak berjajar
Yang siap di lontarkan dan menghujam
Menembus dada, lantakkan keangkuhan
Kami adalah butir-butir peluru
Yang siap ditembakkan dan melaju
Dan mengoyak, menumbang kezhaliman
Asalkan ikhlas di hati tuk jumpa wajah Illahi Rabbi...
Kami adalah mata pena yang tajam
Yang siap menuliskan kebenaran
Tanpa ragu ungkapkan keadilan
Kami pisau belati yang slalu tajam
Bak kesabaran yang tak pernah padam
Tuk arungi da'wah ini jalan panjang
Asalkan ikhlas di hati menuju jannah Illahi Robbi...



