Apa yang dikehendaki oleh Islam daripada penganutnya ialah membentuk umat yang saleh untuk menjadi khalifah dan memakmurkan muka bumi, supaya dengan itu ia menjadi umat yang terpelihara identitinya dan memuliakan diri menuju mercu jaya. Itu tidak akan dapat dicapai kecuali dengan sikap positif dan bersungguh-sungguh.
Ia hendaklah bermula dengan dirinya, kemudian berpindah posisi daripada kedudukan pengkritik kepada kedudukan penyumbang yang menggerakkan peristiwa dan mengepalai urusan dengan penuh keyakinan diri dan kebergantungan kepada Allah tanpa mengindahkan segala halangan atau terpengaruh dengan desakan orang awam.
Makna kesungguhan
Kesungguhan lawan kepada perkataan olok-olok, bermudah-mudah, lemah dna lembap. Ia bermaksud: 'melaksanakan tanggungjawab syarak dan dakwah serta-merta, cekal dan berterusan dengan menggunakan semaksimum mungkin kebolehan yang ada, tanpa mempedulikan halangan atau mencari alasan untuk tidak melakukannya.'
Lima syarat yang melengkapi kesungguhan
1. Melaksanakan tanggungjawab dengan serta-merta
Hal ini dapat dilihat dengan sempurna dalam peristiwa pengharaman arak (Al-Maaidah,5:90-91), perubahan kiblat (Al-Baqarah,2: 143) dan arahan supaya wanita bertudung, dimana para sahabat melakukannya dengan serta-merta tanpa berlengah walaupun melibatkan kerugian yang banyak kepada keluarga dan individu. Keteguhan iman...
2. Kekuatan dan keazaman
Hal ini dapat dilihat dengan jelas dalam pendirian Umar ketika berhijrah. Beliau dengan berani mencabar Quraisy: "saya akan berhijrah, sesiapa yang mahu melihat emaknya kehilangan anak, isterinya menjadi janda atau anaknya menjadi yatim sila halang aku..." tak seorang pun berani mengekorinya. Kisah kepahlawanan sahabat dalam perang Hamra' Al-Asad, keberanian Salamah bin al-Akwa' dalam peperangan Zi Qird, dan Ja'far bin Abi Talib mempertahankan panji Islam dalam peperangan Mu'tah, walaupun kudung kedua-dua tangannya.
3. Cekal dan berterusan
Hal ini dapat dilihat dengan jelas melalui peristiwa-peristiwa sepanjang sirah Rasulullah SAW bermula dengan zaman rahsia, dakwah diumumkan , melalui senang dan susah tanpa putus asa. Baginda pernah bersabda, "Jikalau mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku untuk aku meninggalkan urusan ini, nescaya takkan aku meninggalkannya sehingga Allah memberikan kemenangan kepadaku atau aku binasa kerananya...".
4. Menggunakan kebolehan secara maksimum
Abu Bakar As-Siddiq membelanjakan hartanya semua sekali. Uthman r.a menanggung semua keperluan ketenteraan untuk tentera Islam dalam perang Tabuk dan Mus'ab bin Umair meninggalkan kehidupan yang mewah dan berpada dengan bekalan yang sedikit untuk menajdi duta dakwah di Yathrib. Dan beliau syahid dalam keadaan tidak cukup pakaian untuk mengapankannya.
5. Mengatasi halangan atau keuzuran
Kita melihat mereka berpegang kepada 'azimah (lawan rukhsah), sedaya upaya melaksanakan tanggungjawab dan menyertainya bersama tidak kira apa pun suasana. Amru bin Al-Jamuh ingin keluar berjihad, lalu dihalang oleh anak-anaknya kerana ia cacat. Rasulullah SAW memberitahunya beliau boleh mengambil rukhsah, tetapi ia menjawab, "Mudah-mudahan aku dapat melangkah ke syurga dengan kakiku yang cacat ini".
Subhanallah... Moga-moga jiwa-jiwa para sahabat ini makin menular dalan jiwa kita, insyaAllah...
Moga bermanfaat.
Wassalam
p/s: copied from a handout given by my murobbi.
About Me
- Syaima' Azure
- Bukan sesiapa, mencari yang terbaik dalam hidup, meneliti apa sahaja di muka bumi Allah untuk belajar menjadi Mukmin terbaik, InsyaAllah...
Perintis Ummah Links
-
-
Arah tuju Ramadhan kita?2 years ago
-
Nostalgia5 years ago
-
Hari pekerja6 years ago
-
Ubat Buasir HPA7 years ago
-
-
-
DALAM HATI ADA ALLAH10 years ago
-
-
Travelog Haji11 years ago
-
-
PESANAN PADA DIRIKU13 years ago
-
Ulasan Wacana Peradaban : Tahaluf Siyasi13 years ago
-
-
Bersederhana dalam membenci13 years ago
-
rimbun keampunan13 years ago
-
Good Bye 2010.. Hello 201113 years ago
-
Naik13 years ago
-
Hadis ke 10 :Imam Nawawi13 years ago
-
-
-
-
SHOW YOUR CONCERN!14 years ago
-
alhamdulillah...14 years ago
-
-
Berpindah15 years ago
-
Quran Syamil Harfiah15 years ago
-
Siap Nikah atau (sekedar) Ingin Nikah?16 years ago
-
Pribadi Hebat Seorang Murobbi16 years ago
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Powered by Blogger.
Categories
- akhlaq (5)
- akidah (1)
- copy n paste (35)
- Dakwah (24)
- discussion (13)
- family (6)
- fiqh (4)
- fiqh solat (2)
- fiqh soum (2)
- food info (12)
- Iman (10)
- Islamic World (1)
- jihad ekonomi (8)
- jiwa (4)
- kehidupan (5)
- motivation (3)
- Nasyid Jihad (16)
- news outbreak (6)
- own mind (59)
- pengalaman (11)
- perubatan (1)
- rumahtangga (5)
- sharing is caring (18)
- sirah tokoh (8)
- sunnah (2)
- taqwa (19)
- Tarbiyah (77)
- tarbiyyah (1)
- tsaqafah (20)
- ukhuwwah (2)
- Ulasan Buku (8)
- usahawan (3)
- video (1)
- wanita (5)
Followers
Your Opinion?
Foot Steps
Subscribe
Powered By
Blogger Template From:
Free Blogger Skins
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Text Area
Album : Ini Langkahku
Munsyid : Shoutul Harokah
Kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri
Aral menghadang dan kezhaliman yang akan kami hadapi
Kami relakan jua serahkan dengan tekad di hati
Jasad ini, darah ini sepenuh ridho Illahi
Kami adalah panah-panah terbujur
Yang siap dilepaskan dari busur
Tuju sasaran, siapapun pemanahnya
Kami adalah pedang-pedang terhunus
Yang siap terayun menebas musuh
Tiada peduli siapapun pemegangnya
Asalkan ikhlas di hati tuk hanya ridho Illahi Robbi...
Kami adalah tombak-tombak berjajar
Yang siap di lontarkan dan menghujam
Menembus dada, lantakkan keangkuhan
Kami adalah butir-butir peluru
Yang siap ditembakkan dan melaju
Dan mengoyak, menumbang kezhaliman
Asalkan ikhlas di hati tuk jumpa wajah Illahi Rabbi...
Kami adalah mata pena yang tajam
Yang siap menuliskan kebenaran
Tanpa ragu ungkapkan keadilan
Kami pisau belati yang slalu tajam
Bak kesabaran yang tak pernah padam
Tuk arungi da'wah ini jalan panjang
Asalkan ikhlas di hati menuju jannah Illahi Robbi...
Munsyid : Shoutul Harokah
Kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri
Aral menghadang dan kezhaliman yang akan kami hadapi
Kami relakan jua serahkan dengan tekad di hati
Jasad ini, darah ini sepenuh ridho Illahi
Kami adalah panah-panah terbujur
Yang siap dilepaskan dari busur
Tuju sasaran, siapapun pemanahnya
Kami adalah pedang-pedang terhunus
Yang siap terayun menebas musuh
Tiada peduli siapapun pemegangnya
Asalkan ikhlas di hati tuk hanya ridho Illahi Robbi...
Kami adalah tombak-tombak berjajar
Yang siap di lontarkan dan menghujam
Menembus dada, lantakkan keangkuhan
Kami adalah butir-butir peluru
Yang siap ditembakkan dan melaju
Dan mengoyak, menumbang kezhaliman
Asalkan ikhlas di hati tuk jumpa wajah Illahi Rabbi...
Kami adalah mata pena yang tajam
Yang siap menuliskan kebenaran
Tanpa ragu ungkapkan keadilan
Kami pisau belati yang slalu tajam
Bak kesabaran yang tak pernah padam
Tuk arungi da'wah ini jalan panjang
Asalkan ikhlas di hati menuju jannah Illahi Robbi...
1 comments:
Salam ziarah. Di mana shoutbox?
jemput ziarah ke blog baru ana.
Post a Comment