About Me
- Syaima' Azure
- Bukan sesiapa, mencari yang terbaik dalam hidup, meneliti apa sahaja di muka bumi Allah untuk belajar menjadi Mukmin terbaik, InsyaAllah...
Perintis Ummah Links
-
-
Kolam hiasan8 years ago
-
Persediaan ke Padang Masyar9 years ago
-
Ubat Buasir HPA9 years ago
-
4 Gambar Sekolah Dulu-dulu9 years ago
-
The Drs In My House......10 years ago
-
SeMut MenCari RezeKi11 years ago
-
-
-
Travelog Haji13 years ago
-
-
PESANAN PADA DIRIKU14 years ago
-
Ulasan Wacana Peradaban : Tahaluf Siyasi15 years ago
-
-
Bersederhana dalam membenci15 years ago
-
rimbun keampunan15 years ago
-
Good Bye 2010.. Hello 201115 years ago
-
Naik15 years ago
-
-
Hadis ke 10 :Imam Nawawi15 years ago
-
-
-
SHOW YOUR CONCERN!16 years ago
-
alhamdulillah...16 years ago
-
-
Berpindah17 years ago
-
Quran Syamil Harfiah17 years ago
-
Mengapa Yahudi Bijak?17 years ago
-
Siap Nikah atau (sekedar) Ingin Nikah?17 years ago
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Categories
- akhlaq (5)
- akidah (1)
- copy n paste (35)
- Dakwah (24)
- discussion (13)
- family (6)
- fiqh (4)
- fiqh solat (2)
- fiqh soum (2)
- food info (12)
- Iman (10)
- Islamic World (1)
- jihad ekonomi (8)
- jiwa (4)
- kehidupan (5)
- motivation (3)
- Nasyid Jihad (16)
- news outbreak (6)
- own mind (59)
- pengalaman (11)
- perubatan (1)
- rumahtangga (5)
- sharing is caring (18)
- sirah tokoh (8)
- sunnah (2)
- taqwa (19)
- Tarbiyah (77)
- tarbiyyah (1)
- tsaqafah (20)
- ukhuwwah (2)
- Ulasan Buku (8)
- usahawan (3)
- video (1)
- wanita (5)
Followers
Your Opinion?
Foot Steps
Subscribe
Powered By
Blogger Template From:
Free Blogger Skins
Friday, July 31, 2009
Rumaisa' amah...
Assalamualaikum wbt...
Baru tadi Ukhti Ct Muti'ah bawak masuk Rumaisa' dari taska. Baby comel berusia 2 bulan lebih yang suka bersembang. Mudah terjaga daripada tidur... huhuh
Tadi lepas berbincang tntg prog dengan ukhti Muti'ah, aku mengambil Rumaisa' dari dukungannya. Subhanallah... anak comel ni begitu mengisi hati. Aku bawa nya ke tepi tingkat untuk menghirup udara petang. Dia tenang melihat jalan tar berturap di hadapan rumah yang dikelilingi pokok2 hijau. Mendamaikan..
Ah, bila dia mula merengek tidak selesa (cuaca panas) aku buka kipas dan meletakkannya di ribaku. Ku dodoikannya dengan nasyid syahadah. Sungguh comel melihat dia ketawa menampakkan barisan gusinya yang belumpun tumbuh sebarang gigi. Sepanjang aku membuaikannya di ribaku, aku nyanyikan nasyid syahada, dia seolah-olah ikut menyanyi sekali sambil ketawa. Hhehehe...subhanallah... senyumannya membuat aku terlupa tntg semua kepeningan kerja coursework yang perlu disiapkan segera. Subhanallah.
Lama-kelamaan, matanya semain menutup. Haha, comelnya. Lenguh jugakla kaki aku ni. Bila yakin dia dah tidur, aku alihkannya di atas sejadah bersama bantal kecilnya.
Teringat abangnya Rumaisa', si Abbas Syakir yang sungguh lasak. Waktu kecilnya, aku suka bawak dia tgk laut bila ada kesempatan. Kalo nampak laut, dia akan berhenti merengek.
Subhanallah, betapa indah ciptaan Allah ini. Moga Ruhul Syahidah, Abbas Syakir dan Rumaisa' Syahidah amah membesar menjadi bintang mujahidah yang kuat berbakti untuk Allah, ameen.
Sayang antum kerana Allah =)
Tuesday, July 28, 2009
Sports Boycott Of Israel
Iran's double gold olympic champion, Arash Miresmaeili, favourite for the 2004 olympics - he forfeited his gold medal for boycotting Israel. Then he was threatened with sanctions from the International Judo Federation but he stood his ground:- A truly honourable sportsman
Monday, July 27, 2009
Rindu Akan Kampung Akhirat
Banyak kisah tentang kerinduan. Rindu anak kepada orang tuanya yang sedang berada di kampung, atau sebaliknya rindu orang tua terhadap anaknya yang sedang dalam perantauan di negeri seberang. Ketika rasa rindu itu datang, pastinya kita akan selalu teringat akan apa yang kita rindukan.
Seorang anak yang rindu terhadap orangtuanya di kampung, ia akan berusaha mengumpulkan bekal untuk biaya pulang dan untuk membawa oleh-oleh yang terbaik untuk orangtuanya. Begitupun orang tua yang merindukan anaknya di perantauan, ia akan mempersiapkan apa saja kesukaan anaknya untuk menyambut kedatangannya ketika kabar berita kedatangan anaknya itu didengarnya.
Kisah rindu diatas adalah kisah rindu anak terhadap orangtuanya dan rindu orangtua terhadap anaknya. Lain halnya dengan kisah rindu antara dua orang kekasih yang sedang jatuh cinta. Dalam segala kondisi mereka selalu ingat terhadap kekasihnya, ketika sedang makan, minum, berjalan, duduk bahkan ketika sedang tidurpun teringat kekasihnya sampai-sampai terbawa mimpi.
Seperti itulah rindu ketika datang menghampiri. Kita akan selalu ingat terhadap apa yang kita rindukan. Rindu kampung halaman, rindu orangtua, rindu anak, rindu kekasih, dan rindu-rindu yang lainnya. Tetapi bagi orang beriman kerinduan yang harus ada adalah kerinduan terhadap kampung akhirat, rindu tempat dimana kita akan hidup selama-lamanya disana kelak.
Rindu akan kampung akhirat berarti kita senantiasa teringat kepada pemiliknya yaitu Allahu Rabbul ’Alamin, pencipta segala apa yang ada di jagat raya kehidupan, jagat raya kehidupan dunia dan akhirat. Rindu itu tercermin dari apa yang dilakukannya ketika di dunia ini untuk senantiasa ingat kepada-Nya.
Banyak kisah hamba beriman yang mencerminkan kerinduan akan kampung akhirat, yang dilakukannya senantiasa ingat kepada Allah SWT. Seperti kisah pengembala pada zaman Khalifah Umar Bin Khattab ra. Pada saat itu Abdullah bin Dinar dan Umar Bin Khattab ra. sedang dalam perjalanan menuju Makkah, di tengah perjalanan mereka beristirahat. Tiba-tiba muncul seorang pengembala menuruni lereng gunung dan melewati mereka berdua. Umar kemudian bertanya kepada pengembala itu: ”Hai Pengembala, juallah seekor kambingmu kepada saya?”. ”Tidak, saya ini seorang budak”, jawab pengembala itu. ”katakan saja kepada tuanmu bahwa dombanya di terkam serigala”, Umar menguji. Dengan tegas pengembala itu berkata: ”Kalau begitu, dimana Allah SWT?”.
Ketika mendengar jawaban pengembala itu Umar bin Khattab ra. menangis. Kemudian Umar pergi bersama pengembala tersebut menemui tuannya, untuk dimerdekakannya. Dan umar pun seraya berkata: ”Kamu telah dimerdekakan di dunia ini oleh ucapanmu dan semoga ucapan itu bisa memerdekakanmu di akhirat kelak”.
Kisah lainnya adalah kisah ibu dan putrinya penjual susu yang juga terjadi pada zaman Khalifah Umar bin khattab ra. Ketika ibunya ingin mencampur susu yang akan dijualnya dengan air, supaya mendapatkan keuntungan yang lebih banyak, putrinya mengingatkan: ”Bagaimana jika Amirul Mukminin Umar bin Khattab ra. mengetahui?”. Sang Ibu tidak menghiraukan nasihat dari anaknya dan bersihkeras melaksanakan keinginannya itu. Dan putrinya pun kembali menasihati: ”Kalaupun Amirul Mukminin tidak melihat kita tetapi Rabb Amirul Mukminin melihat kita”.
Begitulah apa yang dilakukan oleh orang yang ada kerinduan dalam dirinya akan akhirat, mereka senantiasa ingat kepada Allah SWT. Selalu berusaha untuk menjauhi perbuatan-perbuatan dosa baik dalam keramaian ataupun dalam kesendiriannya. Kita mengenal hal itu dengan istilah Muroqobatullah atau merasakan pengawasan Allah SWT, yang Maha Mengetahui dan Maha Melihat dan yang tidak pernah mengantuk dan juga tidur.
”...dan Dia bersama kamu di mama saja kamu berada. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.” (Qs. Al Hadiid:4)
”Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Qs. Al Baqarah:255)
Dengan sifat Muroqobatullah itu kita akan senantiasa ingat kepada-Nya. Dan orang-orang yang rindu akan kampung akhirat, sifat ini akan selalu dipelihara. Tentunya Muroqabatullah ini akan mengangkat derajat seorang hamba menjadi orang-orang yang Taqwa. Karena sebagaimana didefinisikan oleh sebagian ulama Taqwa adalah hendaklah Allah tidak melihat kamu berada dalam larangan-larangan-Nya dan tidak kehilangan kamu dalam perintah-perintah-Nya. Definisi Taqwa lainnya adalah mencegah diri dari adzab Allah dengan berbuat amal sholeh dan takut kepada-Nya dikala sepi atau terang-terangan.
Dan Taqwa adalah jalan untuk meraih kebahagian di kampung akhirat sana, yaitu syurga yang mengalir dididalamnya sungai-sungai. Sungguh begitu damai terasa kampung akhirat yang bernama syurga itu. Semoga kita kelak ada diantara hamba yang berada didalamnya. Amin... Ya Rabbal ’Alamin...
”Perumpamaan syurga yang dijanjikan kepada orang-orang yang taqwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai didalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka.” (Qs. Ar Ra’d:35)
Wallahu a’lam bishshawab
source: www.eramuslim.comSunday, July 26, 2009
Rukhsah... atau 'Azimah?
Subhanallah... subhanallah... subhanallah...
'Seminar Pemantapan' yang dijalani banyak membantu meningkatkan kefahaman. Dapat bahan bedah buku 'Keakhwatan' tajuk "Aktiviti Para Sahabiyat dalam Pentas Kehidupan" dikupas oleh Ustaz A yang sangat kami hormati. Mari ku kongsi sedikit aktiviti para Sahabiyah ni...
1) Rabbatul Bait (Ibu rumahtangga), cth: Khadijah bte Khuwailid.
2) Murabiyyatul Aulad (Pendidik Anak-anak), cth: xtau nama, tapi bila suaminya akan dipenjara, suaminya menawarkan cerai agar tidak membebankannya. Tapi dia jawab, "jgn kedekut untuk kongsi pahala apa yang kamu perjuangkan". Selepas 20 tahun, suaminya pulang dan mendapati rumahtangganya tetap terpelihara dan anak-anaknya membesar menjadi pejuang sepertinya. Subhanallah...
3) Al-Baitul Baaratu Biwalidaiha (Anak yang berbakti pada orangtuanya), cth: Fatimah Bte Muhammad.
4) Toolibul 'Ilmi (Penuntut Ilmu), cth: Aisyah bte Abu Bakar
5) Al-Qooiamtu Binnasyathil Ijtimai' (terlibat dengan aktiviti sosial)
6) Al-Qooimatu Binnasyathil Iqtisodi (terlibat dgn aktiviti ekonomi)
7) Al-Qooimatu Bittamridh (terlibat dengan kejururawatan)
8) Al-Qooimatu Binnasyatid Da'awiy (terlibat dgn aktiviti dakwah)
9) Al-Qooimatu Binnasyatis siyaasi (terlibat dgn aktiviti politik)
10) Al-Qooimatu Bimusa'adati Jaishul Muslimeen (terlibat dgn pembentukan pasukan Muslimeen)
11) Al-Qooimatu Biqhitaalil Musyrikeen (terlibat dlm peperangan dgn kaum musyrikin)
12) Al-Qooimatu Bittamriidhi fi medanil Jihaad (terlibat dlm keperawatan di medan jihad)
Subhanallah... aku hampir menangis mendapat tajuk ini. Walaupun dibentang dengan cara 'biasa-biasa' sahaja, tapi ruh itu mengalir dlm degupan jantung. Menusuk ke hati, bila memikirkan kelemahan dan banyaknya alasan aku dalam berdakwah. Astaghfirullah... banyak lagi hak-hak yang tak tertunai. Ntah aku dah sampai tahap mana???
Akhi A juga membentang sekali tajuk "Al-Jiddiyah" = keseriusan/kesungguhan. Ciri kelima Al-jiddiyah ialah MENGATASI HALANGAN ATAU KEUZURAN. Boleh dilihat dlm kisah Amru bin Al-Jamuh r.a ingin keluar berjihad, lalu dihalang oleh anak-anaknya kerana ia cacat. Lalu Rasulullah SAW memberitahunya dia boleh mengambil rukhsah, tetapi ia menjawab, "Mudah-mudahan aku dapat melangkah ke syurga dengan kakiku yang cacat ini"...
Subhanallah, begitu seklai kecintaan para sahabat terhadap jihad fi sabilillah. Mereka begitu kuat untuk mengambil 'azimah (yang berat) walaupun diberi kebenaran untuk mengambil rukhsah ( keringanan). Aku teringat kes rukhsah dalam buku Manhaj Haraki (Ya Ukhti beloved NHHZ, plz return my book ya), penulis buku tersebut menerangkan bahawa rukhsah ini hanya boleh dibuat oleh orang-orang lemah. Adapun bagi orang-orang yang kuat/pemimpin, pengambilan rukhsah hanya akan menjadikan saf dakwah bertambah lemah dengan berkurangnya tsiqah ahli bawahannya.
Gedebuk! kene kat aku sekali... Final Year Projek, bahang kesibukannya makin terasa. Ditambah lab report yang bersambung setiap minggu... projek-projek dakwah semakin bertambah, loading-loading... (Huhu..xmahupun mengeluh), bahkan aku sangat bersyukur kerana aku kini disibukkan dengan banyak perkara kebaikan. Alhamdulillah... Mutarobbi dari berbagai medan dan berbagai ragam yang dahagakan sentuhan tarbiyah... Amanah-amanah ini perlu dijalankan sebaiknya tanpa 'mencederakan' sedikitpun bahagian-bahagian kecil yang lain.
Tak mengapalah... jika yang lain mahu mengambil rukhsah, biarlah aku yang mengambil 'azimah... Mardhatillah faqath.
Minta doa dari semua supaya Allah mengikhlaskan dan mengistimrarkan aku di jalan yang dicintai Rasulullah SAW dan para sahabat ini...
Mungkin para pembaca sangat pelik. Mengapa dlm blog ini, aku banyak memberi pendekatan yang 'berat2' tentang dakwah. Nak bgtau, aku bukan penganalisa yang baik, bahkan penulisanku tentang isu semasa adakalanya banyak merapu. Tetapi, alhamdulillah Allah memberiku kelebihan dalam bab 'semangat berdakwah' yang tinggi. Subhanallah, jgn tanya dari mana aku dapat. Itu kurniaan Allah, dan aku sgt bersyukur dan berharap kelebihan itu dapat dikongsi bersama pembaca yang lain. Biarlah pembaca dapat pengisian tntg ilmu dari blog2 hebat yang lain. Tapi bagiku, pengisian ilmu sahaja tidak cukup jika tidak disertai dengan pengamalan.
Tapi salah juga kalau berdakwah hanya berdasar semangat sahaja. Ruh juga perlu diisi dan dipantau. Itulah kepentingan halaqah dalam pentarbiyahan diri. Diri dipantau dan diberi 'guide' untuk menjadi mukmin yang muslih. Ya, aku & akhawatku bukan orangnya yang pandai berbahas ilmu fiqh, ilmu aqidah, etc... tapi kami sedaya upaya memperbaiki kelemahan dalaman kami secara perlahan-lahan. Kurang ilmu, yes, kami pergi menuntut ilmu kerana itu memang kewajipan kita sebagai da'ie.
Dalam bab 'label-melabel'... dah takda kerja lain? Banyak lagi kerja dakwah, banyak lagi ummat yang perlu ditarbiyah. Di sana-sini akhlak masyarakat makin koyak. 'Mereka' pula asyik berbalah sesama sendiri siapa salah, siapa betul. Aduhai du'at. Janganlah terpedaya dengan gelaran dai'e yang kalian pegang. Tiada siapa yang sempurna di dunia ini. Berdakwahlah... berdakwahlah... berdakwahlah dengan manhaj Rasulullah SAW yang benar. Berdakwah dengan hikmah, bukan emosi. Berhati-hati dengan kata-kata dan berlaku lembutlah dengan siapa pun. Masalah takkan pernah selesai jika dipandu emosi.
Selak helaian-helaian Al-Qur'an setiap hari beserta terjemahannya. Moga-moga hati kita bertambah kecintaan kepada Allah, bertambah kejernihan hati dan menghayati makna As-Syahadatain yang kita ikrarkan setiap hari.
(QS 2:186)
Peringatan buat diri sendiri juga.
Wassalam
Thursday, July 16, 2009
We Will not Go Down

Munsyid : Michael Heart
http://liriknasyid.com
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
_________________________________________________________
Baru terdetik hati nak download lagu nih. Teringat masa kat kL, masa terperangkap dlm jam yang menyesakkan, lagu ni keluar kat IKIM dan membuat aku cukup tersentuh dan bermuhasabh diri. KIta ni hari-hari 'down' sebab masalah peribadi yang sampai bila-bila pun xkan settle. Tapi Palestinian tu xda masa nak fikir masalah peribadi sebab hari-hari dok fikir pasal jihad...camna nak bebaskan tanah suci tercinta dari cengkaman zionis yang kejam.
Subhanallah... hari-hari sebagai student tahun akhir baru terasa bahangnya. Menjadi antara akhwat 'senior' yang memegang amanah, dicampur urusan akademik yang tak pernah ada surutnya. Tidur tak menentu sebab nak siapkan keje secepat mungkin. Bak kata Ukhti Nisak, "Mesti siapkan keje cepat2 sebab kita ada banyak lagi urusan dakwah yang perlu diuruskan...". Heh, ini hujah yang diberi bila kami menegurnya atas kebiasaannya memecut setiap kali memandu. Ukhti Aisyah pula kata, "Ah, tidur je.Tak payah nak fikir2..." jawapan yang lucu buat akhwat yang kecut perut setiap kali ukhti Nisak memecut. =D
Apalah yang Palestinians tgh buat sekarang...?
.......
Text Area
Munsyid : Shoutul Harokah
Kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri
Aral menghadang dan kezhaliman yang akan kami hadapi
Kami relakan jua serahkan dengan tekad di hati
Jasad ini, darah ini sepenuh ridho Illahi
Kami adalah panah-panah terbujur
Yang siap dilepaskan dari busur
Tuju sasaran, siapapun pemanahnya
Kami adalah pedang-pedang terhunus
Yang siap terayun menebas musuh
Tiada peduli siapapun pemegangnya
Asalkan ikhlas di hati tuk hanya ridho Illahi Robbi...
Kami adalah tombak-tombak berjajar
Yang siap di lontarkan dan menghujam
Menembus dada, lantakkan keangkuhan
Kami adalah butir-butir peluru
Yang siap ditembakkan dan melaju
Dan mengoyak, menumbang kezhaliman
Asalkan ikhlas di hati tuk jumpa wajah Illahi Rabbi...
Kami adalah mata pena yang tajam
Yang siap menuliskan kebenaran
Tanpa ragu ungkapkan keadilan
Kami pisau belati yang slalu tajam
Bak kesabaran yang tak pernah padam
Tuk arungi da'wah ini jalan panjang
Asalkan ikhlas di hati menuju jannah Illahi Robbi...



